Sore hari ini, tepatnya hari senin, 14 Maret 2011 siswa-siswa pada jam terakhir tidak belajar namun diganti dengan membersihkan kelas masing-masing. karena pada hari Rabunya siswa kelas XII akan ada Ujian Akhir Sekolah yang disingkat UAS. Semua ini dilakukan agar kelas bersih dan siap dipakai untuk Ujian.
Aku sebagai guru yang pada saat itu jam pelajaran terakhir mengajar di kelas XI KI, juga diwajibkan bertanggung jawab dengan proses berlangsungnya kebersihan kelas, maksudnya turut memantau agar siswa-siswa benar-benar membersihkan kelas. Demikian juga dengan guru-guru yang lain juga tidak keetinggalan untuk mengawasi kelasnya masing-masing dimana mereka mengaja pada jam terakhir.
Kulangkahkan kakiku kekelas XI KI yang letaknya diujung dekat WC pria lantai 2, dengan cepat. karena waktu kami hanya 1 jam pelajaran berarti hanya 45 menit. Ketika ku tiba di kelas ternyata hanya beberapa anak saja yang peduli untuk membersihkan, sedangkan yang lainnya hanya bercanda, bahkan ada yang hanya asik dengan lektopnya saja.
Melihat kondisi seperti itu, aku tidak memarahi mereka yang tidak peduli dan pura-pura tidak tau dengan apa yang mereka lakukan. Yang ku lakukan hanya mengajak mereka untuk bekerja bersama-sama untuk mulai membersihkan kelas sambil mengatakan behwa pada hari ini ibu yang bertanggung jawab dengan kelas ini untuk bisa bersih karena jam terakhir di kelas ini adalah pelajan ibu..
Selama proses kebersihan kelas akupun tidak tinggal diam, aku turut bekerja merapikan kabel - kabel yang berserakkan, menempel lembaran jadwal pelajaran dan piket yang berserakan di meja, merapikan meja komputer dengan dibantu siswa-siswa yang peduli. Rupanya melihat bu gurunya turut bekerja siswa-siswa yang tadinya tidak peudi jadi malu mereka juga segera turut serta membersihkan dan merapikan kelas. Buku-buku di lemari dirapikan, lemari yang banyak ornamen tempelan kertas pengumuman dihapus dengan lap basah, mengelap meja, menyapu bahkan sampai proses mengepel yang biasa dilakukan OB mereka lakukan.
Dalam hatiku berkata, wah ternyata siswa-siswa ini bisa serius juga dalam pekerjaan yang mungkin jarang dilakukan di rumah, karena latar belakang di kelas KI ini pada umumnya anak-anak orang kaya. Dimana di rumah sudah ada pembantu yang siap bekerja membersihkan bahkan sampai menyiapkan keperluan mereka si bibik turut serta membantunya.
Selesai sudah pekerjaan kami kelas menjadi indah, bersih, mengkilap sehingga OB tidak perlu membersihkan kembali kelas ini, kami semua puas. Di sela=sela kepuasanku aku teerkesimak dengan perkataan seorang siswa pria, dia mengatakan,"Bu, saya terharu dengan ibu, karena ibu kok perhatian banget sama kelas kita." Aku sempat kaget dengan kalimat itu, karena merasa bahwa apa yang kulakukan pada hari ini sudah merupakan kewajiban seorang guru, namun rupanya di mata siswa berbeda, bahwa apa yang aku lakukan dengan penuh ketulusan dan bukan hanya menyuruh namun juga terlibat langsung telah menghasilkan buah-buah kebaikan yaitu; timbul rasa tanggung jawab, rasa memiliki, kerja sama yang kompak, menggasihi satu sama lain, menghormati satu sama lain. Semua ini terlihat ketikan proses satu jam pelajaran siswa-siswa melakukan kebersihan kelas.
